RIVEW IDENTIFIKASI OBESITAS PADA BALITA DI POSYANDU BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE



IDENTIFIKASI OBESITAS PADA BALITA DI POSYANDU
BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Latar Belakang

Kesibukan orang tua dalam pekerjaan mereka, menyebabkan mereka kurang memperhatikan pola makan anak-anak mereka. Orang tua lebih cenderung memilih makanan yang lebih praktis dan instan seperti Fast Food dan Junk Food. Fast Food dan Junk Food dapat memicu obesitas pada anak karena tingginya tingkat kalori dalam makanan cepat saji tersebut. Selain Fast Food dan Junk Food sebagai pemicu obesitas juga terdapat pada minuman ringan (Soft Drink) yang terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Balita yang terlalu gemuk akan mengakibatkan lambatnya perkembangan balita tersebut, misalnya terlambat untuk duduk dan berjalan, dibandingkan dengan bayi yang beratnya normal. Kaki bayi yang kelewat gemuk tidak mampu menahan berat badannya. Posyandu adalah pelaanan kesehatan yang paling dekat dengan balita dimasa pertumbuhannya. Posyandu selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap balita termasuk pemeriksaan obesitas pada balita. Karena itu pada penelitian ini akan ditelaah bagaimana penggolongan obesitas pada balita serta terapi apa yang akan diberikan dengan penerapan Artifical Intelligent pada posyandu agar pengontrolan bobot tubuh balita dapat dikontrol setiap bulannya.

  

Tujuan

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menentukan tingkat obesitas pada balita dengan penerapan AI seperti sistem pakar serta membantu kader posyandu dalam penghitungan Index Massa Tubuh (IMT) dengan aplikasi yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek. Penggunaan komputer pada berbagai bidang, kalangan dan usia selalu kita jumpai sekarang ini karena komputer tersebut dapat membuat suatu sistem yang dapat memepermudah dan mempercepat pekerjaan manusia.


Metode Penelitian
Kerangka berpikir atau yang yang dikenal metode atau yang dikenal metode Frame Work meliputi kerangka kerja yang dilakukan dalam penelitian. Frame Work merupakan penjabaran secara teoritis antara variabel-variabel yang akan diteliti. Pada penelitian ini penulis menjabarkan Frame Work dalam bentuk skematis yaitu sebagai berikut :
 

                          



  

Berdasarkan kerangka berpikir diatas dapat dijabarkan bahwasannya penelitian ini diawali dari pendefinisian masalah yang meliputi hasil survey yang di lakukan ke posyandu yang berada dilingkungan temtap tinggal penulis yaitu kota Bukit tinggi, selanjutnya mulai ditentukan tujuan penelitian seperti yang tergambar pada bab sebelumnya, kemudian penulis mulai melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan dengan 3 tahapan pengumpulan data yaitu :
1.     Observasi langsung ke lapangan
2.     Melakukan interview dengan kader posyandu yang observasi
3.     Melakukan Study keperpustakaan dengan menelaah buku-buku,jurnal,prosiding dan blog-blog tentang sistem pakar.
Setelah pengumpulan data dilakukan maka selanjutnya data tersebut dianalisa untuk dilakukan perancangan dengan sistem pakar dengan tahap penentuan rule, pohon keputusan, class diagram, desian input dan desain output. Setelah perancangan dilakukan maka dilakukan implementasi kedalam bahasa pemrograman berorientasi kedalam bahasa pemrograman berorientasi objek. Tahap pengujian dilakukan dengan penerapan sistem pakar ke dalam aplikasi yang telah dirancang. Dengan metode frame work telah menggambarkan kerangka kerja secara keseluruhan pada identifikasi obesitas pada balita di posyandu berbasis Artificial Intelligent.  


Hasil dan Pembahasan

Anlisis sistem
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggaakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat alam penyelenggaraan pengembangan kesehatan, guna
memperdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka ibu dan bayi. Pelayanan dasar di posyandu adalah pelayanan kesehatan yang mencakup sekurang-kurangnya 5 ( lima) kegiatan, yakni kesehatan ibu dan anak (KIA),Keluarga berencana (KB), imunisasi , gizi, dan penanggulangan diare.
Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya adalah :
                 1.     Bayi
             2.   Anak balita
             3.   Ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui
             4.   Pasangan usia subur (PUS).
Posyandu berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antara sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI, AKB, dan, AKABA. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar,terutama berkaitan dengan penurunan 
AKI ,AKB, dan, AKABA. Sebelum membangun sistem yang baru, terlebih dahulu perlu dilakukan analisa terhadap sistem yang sedang berjalan saat ini. Penulis melakukan penelitian pada posyandu cempaka jorong surau kamba kab. Agam, pelaksana posyandu cempaka adalah kader PKK diwilayah Jorong Surau Kamba,Kec Ampek Angkek. Saat ini identifikasi obesitas terhadap anak dilakukan dengan perhitungan secara manula dimana IMT didapatkan dari  perbandingan antara IMT = Berat Badan (BB) / Tinggi badan (BB) 2. Setelah menganalisa sistem yang sedang berjalan selanjutnya dapat ditentukan apa saja yang akan dibangun dalam penelitian ini. Pengetahuan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwasanya penelitian ini tidak hanya melihat bagaimana Index massa tubuh (IMT) pada balita dan tidak hanya meneliti apakah balita tersebut obesitas atau tidak tapi juga memunculkan pengetahuan tingkat obesitas seorang balita dan solusi yang harus dijalankan 
oleh pasien. Representasi pengetahuan merupakan metode yang digunakan untuk mengkodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar.representasi dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting masalah dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan masalah. Dari hasil penelitian didapatkan beberapa parameter
sebagai berikut :

a. Tabel Hasil
Pada tabel hasil dimana akan ada 2 klasifikasi dari obesitas berdasarkan etiologinya
yaitu :
  •    .     Obesitas primer

        disebabkan oleh faktor nutrisi dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi           masukan makanan, yaitu masukan makan berlebih dibanding dengan kebutuhan             energi yang diperlukan tubuh.
  •   Obesitas sekunder

       disebabkan adanya penyakit atau kelainan congenitall (mielodisklasia),endokrin             (sindrom cushing, sindrom freulich, sindrom mauriach, pseudo-paratiroidisme) atau        kondisi lain (sindrom klinefelter, sindrom turner, sindrom down, dll)

Kode Hasil
Nama Konklusi
K01
Obesitas Primer
K02
Obesitas Sekunder
Tabel 1. Klasifikasi Obesitas



b. Tabel Gejala Fisik
berikut ini adalah tabel gejala yang akan diidentifikasi :

Kode
Gejala
Keterangan
Usia
Berat Badan
G01
1
>14.0
G02
2
>18.0
G03
3
>21.0
G04
4
>25.0
G05
5
>29.0
Tabel 2. Tabel Gejala Fisik


c. Tabel Penyebab
 Berikut ini adalah tabel penyebab atau faktor –faktor akibat terjadinya Obesitas pada balita berdasarkan pertanyaan :


K01
K02
Penyebab
P01

ü  
Faktor Kesehatan
P02
ü  

Faktor Genetik/Turunan
P03
ü  

Faktor Aktivitas
P04
ü  

Faktor Pola Makan
P05
ü  

Faktor Spikis
Tabel 3. Tabel Penyebab Berdasarkan Pertanyaan



d. Tabel Solusi
Berikut ini adalah tabel solusi penangganan penyakit Obesitas pada balita:

Kode Solusi
Terapi / Keterangan
S01
Periksa ke dokter tentang penyakit anak anda
S02
·       Kenaikan berat badan harus diperlambat
·       Diet seimbang
·       Makanan dengan porsi kecil.
·       Hindari makanan yang tinggi kalori.
·       Mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik
·        Kurangi menonton TV
S03
Konsultasi dengan spikiater atas keluhan meningkatnya keinginan makan sebagai security food.
Tabel 4. Tabel Solusi 



Kelebihan Jurnal
Dengan adanya sistem pakar yang membantu posyandu untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan dan mempermudah untuk menghitung Indeks Massa Tubuh. Dengan digunakannya sistem akar pada posyandu dapat mengetahui gejala-gejala dan penyebab obesitas pada balita dan dapat mengatisipasi gejala-gejala tersebut pada balita dan dapat mnegetahui dampak apa saja pada saat balita terkena obesitas. Jurnal ini memberikan informasi bahwa sangat penting membawa anak-anak balita untuk rutin periksa di posyandu karena itu salah satu cara untuk balita agar diuminisasi agar tetap sehat dan bugar . Tidak hanya untuk balita tetapi untuk  ibu atau orang tua yang mengantar balita mereka ke posyandu mendapatkan banyak informasi yang didapat untuk menjaga kesehatan balita mereka.



Saran
Aplikasi yang digunakan berjalan lancar dan dapat mengurangi obesitas pada balita dan mempermudah pekerjaan posyandu untuk mendeteksi penyakit tersebut.


Kesimpulan
Setelah melakukan identifikasi tingkat obesitas pada di posyandu maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
  •  Artificial Intelligent mampu mengidentifikasi obesitas pada balita dan juga mampu menentukan apakah pasien mengalami obesitas primer atau obesitas sekunder serta AI juga mampu menyediakan solusi berupa terapi terhadap pasien.
  • Dengan metode Forward Chaning dapat memperkuat kondisi dari rule yang telah ditetapkan, sehingga proses deteksi obesitas pada balita hasilnya muncul sesuai dengan aturan yang dibuat berdasarkan data yang ada.
  •  Identifikasi obsesitas pada balita menggunakan artificial intelligent yang didukung dengan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman Delphi dapat membantu kader posyandu dalam mengidentifikasi obesitas pada balita dengan mudah dan cepat.
  • Dengan bahasa pemrograman berorientasi objek seperti Delphi mampu memudahkan dalam penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada pasien serta mampu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jurnal Sistem Keamanan Teknologi Informasi

Sinopsis Film Cinderella